TERJUN PAYUNG merupakan salah satu cabang olarhraga udara yang dilakukan di ketinggian yang melibatkan seseorang harus menaikki pesawat terlebih dahulu dan kemudian setelah sampai pada batas ketinggian yang diinginkan, ia keluar pesawat sambil melompat jatuh ke bumi menngunakan parasut (maaf, terlalu panjang...... hehehe).
Sejarah olahraga ini pun sudah ada sejak lama. Dimulai pada abad ke-15 saat LEONARDO DA VINCI membuat lukisan MONALISA, ia juga pernah membuat sketsa yang menggambarkan sebuah alat TERJUN PAYUNG. Tapi tak banyak konsep yang pernah terealisasikan, jadinya sketsa tersebut hanya sebagai gambaran / rancangan yang menunggu untuk dibuat. Pada awalnya sketsa ini dianggap sebagai alat penyelamatan kebakaran pada gedung-gedung tinggi, tapi tak apalah, yang terpenting ia menjadi orang pertama yang membuat sketsa perlengkapan TERJUN PAYUNG. 1 abad berlalu, dan orang berkebangsaan ITALIA, FAUSTO VERANZIO, membuat konsep parasut yang berbeda dari sketsa LEONARDO. Konsepnya tersebut ia tuangkan dalam buku yang berjudul MACHINAE NOVA (diterbitkan tahun 1595 di VENESIA, berisi 40 sketsa rancangan mesin dan peralatan). Pada 1617, FAUSTO berhasil mewujudkan rancangannya itu dan mencobanya dari sebuah menara di kota VENESIA.
Usaha LEONARDO dan FAUSTO kembali dilanjutkan oleh ANDRE JACQUES GARNERIN dari PERANCIS. Ia adalah pria yang menekuni bidang fisika dan kemudian bergabung dengan dinas kemiliteran PERANCIS pada waktu itu. Lalu ia mulai tertarik dengan balon udara militer. Ia membuat desain demi desain parasutnya,1797 adalah tahun dimana ia dapat menyelesaikan rancangannya. 23 OKTOBER 1797 ia mencoba parasut hasil temuannya dengan melompat dari benda yang terbang di angkasa, JEANNE GENEVIEVE GARNERIN (istrinya) adalah perempuan yang pertama kali melakukan aksi terjun payung.
Pada tahun 1919, seoarang bernama LESLIE IRVIN berkebangsaan AMERIKA SERIKAT adalah orang pertama yang menciptakan parasut yang dapat dikendalikan. Lalu lama-kelamaan, parasut digunakan untuk militer pada PERANG DUNIA. Dan sekarang pun banyak parasut yang digunakan sebagai wisata, olahraga (TERJUN PAYUNG), dan alat pengiriman bantuan jika terjadi bencana.
Kejuaraan olahraga TERJUN PAYUNG pertama kali diadakan di YUGOSLAVIA pada tahun 1951. Adapun beberapa macamnya, yaitu seperti salto, skysurfing, formasi kanopi, salto tandem, gaya terjun bebas, dan terbang bebas. Biasanya sebelum melakukan aksi TERJUN PAYUNG, para olahragawan di dampingi oleh instruktur akan terlebih dahulu terbang ke ketinggian yang diinginkan dengan menggunakan pesawat khusus, lalu setelah mereka sampai pada ketinggian yang diinginkan aksi terjun pun dimulai.
Untuk lebih mengetahui tentang TERJUN PAYUNG, silahkan klik tautan-tautan berikut ini :
TERJUN PAYUNG (indonesia)
TERJUN PAYUNG (inggris)
sejarah terjun payung
FASI (Federasi Aero Sport Indonesia)
jenis jenis olahraga, artikel-artikel olahraga, manfaat olahraga
Tampilkan postingan dengan label udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label udara. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 November 2011
Selasa, 09 Maret 2010
gliding
Oahraga yang satu ini sangat unik, karena tidak seperti menerbangkan pesawat seperti biasanya. Pesawat yang akan diterbangkan dalam olahraga GLIDING ini harus ditarik ke udara dan pilot menentukan aliran udara panas yang timbul dari tanah. Biasanya yang menarik adalah manusia jika olahraga ini dilakukan di daratan tinggi, atau kendaraan jika olahraga ini dilakukan di daratan rendah. Sebelum menerbangkan pesawat, peserta boleh memperkirakan ketinggian, jarak, atau kecepatan yang akan di tempuh sebelum dimulai.
Ketika sudah naik dalam kondisi yang sempurna, ikatan yang digunakan untuk menerbangkan pesawat (menarik) dilepaskan. Olahraga ini sudah lama diciptakan, dan WRIGHT bersaudara turut serta dalam penciptaan olahraga ini. Saat perang dunia perang dunia pertama berakhir, olahraga ini baru mulai diperlombakan. Dan setelah itu olahraga ini mulai dilombakan dalam olimpiade untuk pertama kalinya. Dalam pertandingan olimpiade banyak sekali pilot yang berusaha menerbangkan pesawatnya dalam jarak yang sangat jauh. Bahkan dalam olimpiade, pilot RUSIA pernah menempuh jarak terjauh dalam sejarah awal masuknya olahraga ini dengan menempuh jarak sejauh 784 km. WOW ! (tanpa mesin).
GLIDING tidak masuk kedalam olimpiade saat perang dunia ke-2 berakhir. Karena disebabkan oleh beberapa faktor :
1. Olahraga ini kekurangan pilot (glider) setelah perang.
2. Kegagalan untuk menyepakati satu macam bentuk kompetisi.
Dari beberapa faktor tersebut akhirnya FAI mengusulkan agar olahraga ini tetap diolimpiadekan, tetapi hal ini ditolah atas dasar kurangnya kepentingan publik.
Di banyak negara pada tahun 1950, banyak pilot yang ingin melakukan olahraga ini kembali. Akhirnya atas para pilot dan insinyur penerbangan membangun sebuah klub dan pabrik untuk olahraga ini. Satu diantara klub yang dibuat adalah SOARING SOCIETY of AMERICA yang pada awalnya mwmiliki 1000 anggota dan sekarang jumlah anggotanya masih terus bertambah mencapai 12500 anggota. Meningkatnya jumlah pilot dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan olahraga ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya GPS dan alat prakiraan cuaca yang telah dilengkapi pada pesawat yang dipergunakan.
Saat ini lomba pun dapat menempuh jarak dan ketinggian beribu-ribu meter karena pesawat di desain lebih ringan dari udara. Oleh karena itu bagi para pecinta penerbangan, mungkin olahraga ini cock untuk anda dan olahraga ini mengurangi polusi udara karena pesawat tidak menggunakan mesin (tapi cuma 1 oprang saja yang dapat menaikinya, maaf).
Ketika sudah naik dalam kondisi yang sempurna, ikatan yang digunakan untuk menerbangkan pesawat (menarik) dilepaskan. Olahraga ini sudah lama diciptakan, dan WRIGHT bersaudara turut serta dalam penciptaan olahraga ini. Saat perang dunia perang dunia pertama berakhir, olahraga ini baru mulai diperlombakan. Dan setelah itu olahraga ini mulai dilombakan dalam olimpiade untuk pertama kalinya. Dalam pertandingan olimpiade banyak sekali pilot yang berusaha menerbangkan pesawatnya dalam jarak yang sangat jauh. Bahkan dalam olimpiade, pilot RUSIA pernah menempuh jarak terjauh dalam sejarah awal masuknya olahraga ini dengan menempuh jarak sejauh 784 km. WOW ! (tanpa mesin).
GLIDING tidak masuk kedalam olimpiade saat perang dunia ke-2 berakhir. Karena disebabkan oleh beberapa faktor :
1. Olahraga ini kekurangan pilot (glider) setelah perang.
2. Kegagalan untuk menyepakati satu macam bentuk kompetisi.
Dari beberapa faktor tersebut akhirnya FAI mengusulkan agar olahraga ini tetap diolimpiadekan, tetapi hal ini ditolah atas dasar kurangnya kepentingan publik.
Di banyak negara pada tahun 1950, banyak pilot yang ingin melakukan olahraga ini kembali. Akhirnya atas para pilot dan insinyur penerbangan membangun sebuah klub dan pabrik untuk olahraga ini. Satu diantara klub yang dibuat adalah SOARING SOCIETY of AMERICA yang pada awalnya mwmiliki 1000 anggota dan sekarang jumlah anggotanya masih terus bertambah mencapai 12500 anggota. Meningkatnya jumlah pilot dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan olahraga ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya GPS dan alat prakiraan cuaca yang telah dilengkapi pada pesawat yang dipergunakan.
Saat ini lomba pun dapat menempuh jarak dan ketinggian beribu-ribu meter karena pesawat di desain lebih ringan dari udara. Oleh karena itu bagi para pecinta penerbangan, mungkin olahraga ini cock untuk anda dan olahraga ini mengurangi polusi udara karena pesawat tidak menggunakan mesin (tapi cuma 1 oprang saja yang dapat menaikinya, maaf).
Langganan:
Postingan (Atom)


